Showing posts with label #whatIfeel. Show all posts
Showing posts with label #whatIfeel. Show all posts
Saturday, February 11, 2023
Internship
Dinding putih, udara dingin, berbagai bau yang menyeruak, orang-orang yang berlalu lalang, suara brankar didorong. Ah, sudah hampir tiga bulan aku berada di rumah sakit ini. Tidak terasa, begitu kata orang.
Hari pertama, aku ditempatkan di bangsal. Bangsal kami terdiri dari dua lantai. Cukup melelahkan jika harus naik turun dengan tangga. Namun, seolah diminta betah, hari pertama kulewati dengan cukup mudah. Tak banyak yang mengeluh, pun tak ada hal gawat.
Hari-hari selanjutnya, aku terbiasa dengan berbagai kegawatan yang kutemui dari mereka yang tergolek sakit itu. Pernah sekali waktu, baru saja kumulai pergantian shift, aku dan seorang dokter definitif (dokter penanggung jawab ruangan) langsung dipanggil ke kamar salah satu pasien. Penurunan kesadaran dengan skala Glasgow Coma 3. Artinya, sang pasien tak merespon apapun terhadap rangsang baik verbal, taktil, maupun nyeri. Kuperiksa refleks cahaya di kedua bola matanya, masih ada rupanya. Mulutnya seperti mengeluarkan busa. Dari dalam kerongkongannya terdengar suara seperti orang berkumur-gargling, pertanda cairan mulai memenuhi saluran napasnya. Kuminta salah seorang perawat untuk mengambil suction-alat penghisap cairan untuk menyelamatkan jalan napasnya.
Aku kembali ke nurse station sembari membaca ulang catatan medik pasien tersebut, sembari menunggu suction sampai. Selang hitungan menit, keluarga pasien berlari menghampiri kami. Mendadak apneu--henti napas. Aku dan seorang dokter lainnya berlari ke kamar pasien tersebut seraya menginstruksikan untuk mengambil sungkup napas, bersiap untuk melakukan resusitasi jantung paru-RJP. Ku lihat tak ada napas spontan lagi, pun nadi carotis sudah tak teraba. Kulakukan RJP 2 siklus, epinefrin diinjeksikan, cek lagi nadi dan napas, nihil. Saturasi oksigen tak terdeteksi, kami bersiap EKG-rekam jantung untuk melihat apakah ada aktivitas kelistrikan di mesin pompa termahsyur buatan Tuhan yang maha dahsyat itu.
Masih asystole, kulakukan RJP bergantian dengan rekan dokterku saat itu hingga lima siklus. EKG ulang dan terekam gelombang lurus tanpa bukit-bukit kelistrikan lagi. Refleks cahaya sudah tak ada, pupil melebar maksimal. Pasien dinyatakan meninggal
Patah hati terberat adalah melihat respon keluarga pasien saat kami mengumumkan berita duka itu. Ada yang diam pasrah, ada yang mengamuk tak terima, ada yang hanya bisa meratap sambil memeluk jasad beku disampingnya. Aku tak sanggup berlama-lama disitu.
Di lain waktu, kala bertugas di IGD, pasien anak-anak datang dengan keluhan sesak dan batuk sudah beberapa hari. Setelah diusut, dalam tiga hari terakhir ia mengalami demam. Tampak tarikan dinding dada, artinya pernapasannya sudah sulit sehingga harus dibantu oleh otot-otot tambahan. Hasil rontgen menunjukkan bercak-bercak putih di kanan-kiri, pertanda infeksi pada jaringan paru. Tangannya diinfus, obat-obat diberikan untuk mengatasi infeksi. Ia juga dipasangkan selang oksigen. Saturasi mulai naik, pasien kemudia ditransfer ke bangsal untuk perawatan lebih lanjut. Selang beberapa hari, ia sudah boleh pulang karena menunjukkan perbaikan.
Pernah pula seorang ibu datang menjerit sambil menggendong anaknya. Rupanya ia kesakitan sekaligus panik karena sang anak mengalami kejang hingga menggigit tangan sang Ibu yang mencoba mencegahnya menggigit lidah sendiri. Tangan dan kakinya kencang dan kaku. Pasien langsung dilarikan ke ruang observasi dan diberikan obat melalui dubur. Selang beberapa menit, kulihat ia sudah menangis di pelukan ibunya, artinya si anak sudah sadar dan berhenti kejang.
Kelahiran, kematian, kesembuhan, perburukan, adalah hal yang lumrah ditemukan disini. Semua itu kuharap menjadi alasan agar aku lebih memaknai kehidupan berharga yang diberikan.
Sungguh, aku tak pernah menyesal memilih pekerjaan ini. Meski harus melewati tahapan sekolah yang panjang dan harus belajar lagi seumur hidup, tiap detiknya tak pernah kusesali.
Aku berterima kasih pada Tuhan yang memberiku kesempatan kedua, pun pada diriku sendiri yang menantang kemampuanku untuk pergi dari kehidupanku dulu sebagai mahasiswa Teknik.
"jangan jadi dokter yang sombong", sepenggal pesan Ayah yang selalu kuingat sampai kapanpun.
Ah, lagipula apa yang harus disombongkan? Hal yang terpenting adalah keberadaanku kuharap dapat memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Labels:
#whatIfeel
Sunday, April 22, 2018
/ˈfam(ə)lē/
Family.
One word
means the whole world for me.
Memang benar apa yang orang-orang katakan, blood is thicker than water. Jelaslah
bahwa darah lebih kental dari air, dengan selisih massa jenis 0,06 g/cm 3
Ada yang pernah bertanya, “Kenapa sih kok takut
banget pulang malem?”
Seketika aku diam. Sekelebat flashback langsung
mampir di otakku. Yup, momen ketika ayahku bilang begini, di suatu sore ketika ia
baru saja sampai dirumah. (biasanya beliau menjemputku pulang kuliah, tapi kali
itu aku memang sudah pulang duluan)
*Ayah*, “Nah anak ayah udah nyampe,
Alhamdulillah.”
*aku*, “Hehe iya, kan emang pulangnya cepet.”
*Ayah*, “Iya, ayah tu khawatir kalo anak belum
pulang kerumah, apalagi sampe malem ga ada kabar”
-percakapan dilakukan dalam bahasa Palembang-
Disitu aku termangu. Betapa aku sering
menyepelekan memberi kabar bahkan hanya lewat sms/line semata karena takut kena
marah. Aku tidak tahu betapa ada orang-orang yang memikirkanku seperti ayah dan
ibu… betapa aku selama ini menutup mata, merasa jadi orang paling menderita
sedunia padahal ada dua malaikat dari surga yang dikirim Allah untuk menjagaku
dan adikku.
Aku pun sering mendadak mellow, kala ingat
betapa ayah selalu bangun pagi-pagi untuk mengantarku. Atau ingat ibu yang dini
hari sudah misuh-misuh mengepulkan dapur agar bisa membawakanku bekal. Lihatlah,
ada orang yang begitu memperhatikan pencernaanku. Ya, aku memang sering mellow
bahkan over small things. Hal kecil
bagi mereka, tapi tidak bagiku karena terselip cinta didalamnya.
Betapapun betahnya ngobrol berjam-jam dengan
temanku, masih betahlah aku berceloteh dimeja makan bersama ayah ibu dan
adikku.
Terkadang, ketika aku sedang kelabu dilanda
masalah, mereka akan tahu bahkan saat aku memilih tetap bisu.
Betapa tinggal serumah bertahun-tahun telah
melatih kemampuan telepati kami.
Adikku, yang hanya satu-satunya dan cemprengnya
minta ampun itu, walau sering mengganggu dan kuganggu, adalah orang yang setia
mendengarkan ceritaku ditengah malam sekalipun. Betapapun kesalnya ia
dibangunkan malam hari karena aku minta ditemani ke kamar mandi, tapi ia tetap
setia bertanya apakah aku ingin dimasakkan sesuatu. Atau cerewet mengomentari
penampilanku yang kadang suka bereksperimen. Ia masih kecil, tapi kadang lebih
dewasa dibandingkan aku. Hahaha.
Atau sepupu-sepupuku, yang kalau berkumpul
sudah seperti penonton stand up comedy saking
seringnya tertawa. Kadang hanya karena hal kecil yang hanya kami saja yang
dapat mengerti. Mereka adalah tersangka yang membuat masa kecilku begitu
berwarna. Yup, mereka teman pertamaku. Seberapa jauh kami terpisah sekarang,
seberapa sibuk, tapi kami akan selalu mencari satu sama lain. Kalau ada hal
yang tidak ingin dibicarakan dengan orang tua, kami akan kukuh menyimpan
rahasia. Bahkan terang-terangan bekerja sama. Tanpa diminta.
Family is everything. No matter how much we
argue, we’ll always find a way to love each other.
Keluarga bagiku adalah segalanya. Sama sekali
tidak pernah terbesit niat untuk mengecewakan mereka. Merekalah satu-satunya
yang tidak pernah membentuk image apa-apa tentang diri kita. Family is a place
where we could be the truest of ourselves.
Mau bagaimanapun rupamu, sifatmu, baik burukmu,
status sosialmu, keluarga selalu bisa menerimamu apa adanya. Seberapa sering
berselisih paham bahkan sampai bertengkar, jalan pulang selalu mengarahkanmu ke
rumah.
Seberapa panjangnya omelan ibumu, atau galaknya
ayahmu, merekalah yang pertama kali menyambut kedatanganmu di dunia. Mereka
yang pertama kali mengajakmu berbicara. Membimbingmu melangkah. Memegang
tanganmu dikala jatuh. Mendengar celotehmu. Mengajarimu bagaimana menjalani
kehidupan.
Seberapa sering adikmu mengganggumu, atau kakak
memarahimu, tapi merekalah yang pertama kali mau mendengar keluh kesahmu.
Mereka ah yang bertahan bertahun-tahun memaklumi sifat burukmu. Merekalah yang
pertama kali mengulurkan tangan untukmu. Ikhlas. Tanpa perasaan ingin dibalas
sedikitpun.
Love is home.
With ♥,
Ema
Labels:
#whatIfeel,
love,
quotes,
random
Saturday, November 4, 2017
Minta Maaf
Setelah baca-baca lagi
posting kemarin, malam ini aku jadi terpikir. Apa jadinya jika ia yang kusebut
teman membacanya? Akankah hatinya sedih? Apakah ia menyadari bahwa tulisan itu
tertuju padanya? Terlepas dari apa yang ia lakukan, aku jadi berpikir lagi.
Masih ada kemungkinan bahwa semua itu hanya kebetulan. Ia tidak benar-benar
sengaja menccariku disaat-saat terdesak saja.
Aku harusnya bersyukur,
setidaknya aku masih bisa berguna untuk sesama. Setidaknya, aku bisa
bercengkrama dengan ia yang sudah menemani masa-masa sekolahku dari putih merah
hingga ke putih abu.
Setidaknya, dalam 1 jam
kami bertemu, aku bisa sepenuhnya menjadi diriku sendiri. Aku bisa bebas
bercerita apapun yang tidak bisa kuceritakan pada siapapun. Aku bisa
menertawakan kehidupan tanpa merasa takut lawan bicaraku tersinggung. Kami
jarang saling memuji, tapi tidak pernah membiarkan satu sama lain terus menerus
melakukan hal yang salah. Kami jarang bertemu, tapi ketika berkumpul bersama
tidak pernah kehabisan bahan cerita. Aku baru menyadari bahwa dia adalah
satu-satunya teman yang kuanggap paling mengerti diriku. Ia orang yang tulus,
pandai bergaul tapi tidak lihai berpura-pura. Ia selalu tulus dimataku. Lantas,
apa yang meracuni pikiranku beberapa hari lalu?
Aku bukan tipe orang
yang cepat akrab dengan orang baru. Aku juga sulit untuk mengungkapkan perasaan
dengan benar. Aku selalu berhasil terlihat cuek dan selalu bias mengontrol
emosiku tanpa perlu berusaha keras. Didepan banyak orang. Yah, karena aku
memang tidak peduli.
Tapi kau tahu, aku
selalu berusaha sangat keras untuk
menyembunyikan kegelisahan didepan keluargaku, teman terdekatku, dan dia yang
kusebut mr. K. Aku lebih sering menumpahkan emosi didepan layar laptop dan
dalam malam-malam sunyi yang memaksa air mataku tumpah. Sendirian. Terkadang
aku menjadi lemah, rapuh, sensitif. Tapi sekali lagi, semua itu hanya kupendam
sendiri. Oh, kau tahu bagaimana menderitanya menjadi seorang introvert seperti
aku?
Dan malam ini, aku baru
menyadari betapa egoisnya aku pada temanku sendiri. Ia yang didepannya aku
selalu merasa nyaman. Aku bersalah karena menganggapnya egois. Padahal
kenyataannya, aku yang egois karena merasa telah terlalu baik padanya. Hah?
Labels:
#whatIfeel,
friends
Saturday, October 28, 2017
A friend in need is a friend indeed
Teman. Jujur saja, apa yang kau harapkan dari seorang teman? Orang-orang yang kebetulan dapat kau sapa? Tempat untuk berbagi? Berbagi apa? Kebahagiaankah? Kesulitan yang kau alamikah?
Sampai berapa lama harus saling mengenal hingga kalian bisa disebut berteman? Mereka yang baru 1-2 tahun bersama ataukah harus menunggu berbelas tahun dulu baru bisa disebut teman?
Jika teman hadir untuk saling berbagi, bukankah itu berarti dalam tiap keadaan kalian dapat bercerita? Membagi apapun yang dirasa? Mendapat seseorang untuk sekadar mendengar curhat kita?
Memang manusia tidak tercipta untuk selalu merasa bahagia. Bahagia dan nestapa itu ibarat sebuah roda. Ya, aku tahu itu.
Teman ada untuk mendengarkan semua keluh kesah. Kadang menjadi solusi disaat kita merasa susah. Tapi, wajarkah bila ia hanya datang ketika sulit saja?
Jahat sekali bila pandangan seperti itu ditujukan untuk seseorang yang kau sebut teman. Aku tahu ini salah. Aku menulis yang tak seharusnya.
Aku tahu ini gila. Tapi bagaimanapun, kau terlanjur membaca tulisan ini.
Pantaskah aku menerimanya? Apa salahku? Apa aku terlalu membosankan untuk jadi teman disela canda tawanya? Apakah aku hanya sebuah tempat dimana ia bisa mencariku ketika ia butuh apa yang tak bisa diberikan teman-temannya?
Aku bisa gila karena terus-terusan menganggap ini salah. Pikiranku kacau. Aku terus meyakinkan diri bahwa anggapanku semuanya salah. Tapi lama-lama ini membuatku gila. Aku tak bisa bercerita karena mungkin saja aku salah sangka. Wajarkah ini? Benarkah aku hanya jadi pelarian yang dicari ketika tak ada tempat lain yang bisa didatangi?
Sekarang terserah padamu, kau akan membuat prasangkaku jadi nyata atau malah menumpah ruahkan segala pikiran burukku.
Labels:
#whatIfeel,
random,
unknown
Friday, March 10, 2017
apa ini
Halo, aku kembali lagi.
Yup, akhir-akhir ini aku merasa sangat ingin menulis terus-menerus. otakku seperti mengerti bahwa menulis dapat sedikit melegakan hatiku. ah, langka bukan, saat-saat ketika otak dan hati berjalan selaras?
menulis bagiku tak ubahnya seperti kanvas bagi pelukis.
dengannya aku bisa bebas memilih diksi sesuka hati.
lewat menulis aku bisa bebas mengekspresikan emosi.
lewat menulis aku merasa--pembacaku (kalau ada) setidaknya dapat terhibur--apabila tidak boleh disebut terinspirasi.
lewat menulis aku merasa semua percakapan yang mungkin takkan pernah terjadi--dapat tersampaikan.
haha, ya ya aku tahu malam sudah terlalu larut.
kantuk sudah jenuh mengetuk kelopak mataku sejak tadi.
sampai bertemu!
Yup, akhir-akhir ini aku merasa sangat ingin menulis terus-menerus. otakku seperti mengerti bahwa menulis dapat sedikit melegakan hatiku. ah, langka bukan, saat-saat ketika otak dan hati berjalan selaras?
menulis bagiku tak ubahnya seperti kanvas bagi pelukis.
dengannya aku bisa bebas memilih diksi sesuka hati.
lewat menulis aku bisa bebas mengekspresikan emosi.
lewat menulis aku merasa--pembacaku (kalau ada) setidaknya dapat terhibur--apabila tidak boleh disebut terinspirasi.
lewat menulis aku merasa semua percakapan yang mungkin takkan pernah terjadi--dapat tersampaikan.
haha, ya ya aku tahu malam sudah terlalu larut.
kantuk sudah jenuh mengetuk kelopak mataku sejak tadi.
sampai bertemu!
Labels:
#whatIfeel,
random
Tuesday, December 13, 2016
Somewhere Over The Rainbow
When you are broke down, there's no need to write sad words, sing sad songs, or cry overnight.
Sad things don't solve your problems. The happy ones don't either.
But, it is much better sitting in front of your laptop, flashing back to old pictures, and remembering those happy times you used to have.<3
Sad things don't solve your problems. The happy ones don't either.
But, it is much better sitting in front of your laptop, flashing back to old pictures, and remembering those happy times you used to have.<3
![]() |
![]() |
| why me. |
Labels:
#whatIfeel,
love,
moments,
pict
Friday, September 16, 2016
English Class
I remember this happened about 2-3 years ago.
In LIA High Intermediate class, Tuesday night
we were learning about color idiom and my teacher asked us to match a color idiom with its meaning
it was a fun class with a fun teacher and nice classmates
the line that I most remember is
"every cloud has a silver lining"
my teacher mention it three times more than other color idioms
she seemed eager to emphasize the idiom meaning to us
and then we asked with curiosity
"what's that line mean, Miss?"
"it means that behind every bad situation, there will always be solution and every storm won't last long"
-years after that-
I remembered the verses in Al-Qur'an explaining that along with hardship there is relief (Al-Insyirah 5-6)
How can I be sad if Allah promises ease after the difficulties that I experienced?
every cloud has a silver lining
every storm won't last long
there will always be a rainbow after a heavy rain
stay strong for yourself,
cause everybody else is busy strengthen themselves.
In LIA High Intermediate class, Tuesday night
we were learning about color idiom and my teacher asked us to match a color idiom with its meaning
it was a fun class with a fun teacher and nice classmates
the line that I most remember is
"every cloud has a silver lining"
my teacher mention it three times more than other color idioms
she seemed eager to emphasize the idiom meaning to us
and then we asked with curiosity
"what's that line mean, Miss?"
"it means that behind every bad situation, there will always be solution and every storm won't last long"
-years after that-
I remembered the verses in Al-Qur'an explaining that along with hardship there is relief (Al-Insyirah 5-6)
How can I be sad if Allah promises ease after the difficulties that I experienced?
every cloud has a silver lining
every storm won't last long
there will always be a rainbow after a heavy rain
stay strong for yourself,
cause everybody else is busy strengthen themselves.
Labels:
#whatIfeel
Wednesday, July 27, 2016
Lebaran.
Halo! Tak terasa sudah di penghujung bulan Juli, dimana di Indonesia sedang getol-getolnya PMB alias Penerimaan Mahasiswa Baru. Aku pun turut sibuk mengurus keperluan menjadi maba. Yap, boleh dibilang ini sudah bukan lagi masaku menjadi maba, karena aku sudah tercatat sebagai mahasiswi di salah satu universitas negeri di kotaku. tapi takdir berkata lain, aku diberi kesempatan untuk mengejar cita-citaku yang sempat tertunda dan membuatku dilema selama setahun terakhir ini akibat dibayangi mimpi buruk bernama "salah jurusan". ehehe. hm sebenarnya ini bukan topik utama posting kali ini, tapi tak apa bercerita sedikit :D
Masa-masa PMB ini dimulai sejak beberapa pekan seusai lebaran. yap, lebaran. sebuah hari dimana keluarga dan sanak saudara dari berbagai kota (bahkan negara) berkumpul untuk sekedar bercengkrama mengenang masa-masa bahagia dan melepas rindu yang setahun terakhir harus rela ditahan karena terpisah jarak ribuan kilometer jauhnya. tentunya keluargaku pun tak luput dari euforia silaturahmi lebaran ini. sepupu-sepupu, om, tante, bahkan teman-teman lamaku berdatangan dari luar kota, mudik. Alhasil, rumah kakekku menjadi ramai karena para anak dan cucunya datang berkunjung dan menginap selama beberapa hari. hari lebaran di keluargaku juga diisi dengan "sanjo" atau kunjungan ke rumah-rumah keluarga untuk bersilaturahmi.
Hari-hari lebaranku diramaikan dengan hadirnya adik-adik sepupuku yang masih kecil-kecil dan kadang membuat seisi rumah jadi gaduh :D namun, melihat mereka asyik bermain dan berlari-larian kesana kemari membuat anganku melayang ke beberapa tahun yang lalu, saat aku masih seumuran mereka. aku terbayang betapa asyiknya berceloteh bersama adik dan sepupu-sepupuku. betapa kami dulu adalah anak-anak yang aktif dan tak pernah kehabisan ide untuk bermain. betapa kami dulu adalah anak-anak yang penuh imajinasi dan keceriaan. betapa menyenangkan jika seusai pulang sekolah yang dilakukan hanyalah bermain sepuasnya hingga waktu maghrib tiba, dan Mama mulai menyuruh untuk mandi sore. betapa menyenangkan jika menghabiskan akhir pekan bersama adik dan sepupu-sepupuku. Lalu wusshhh! tiba-tiba anganku menghilang dan aku kembali mendapati diriku sedang duduk menatap adik-adik sepupuku yang asyik bermain dan bercengkrama. aku hanya tersenyum mendengar percakapan mereka yang ringan, tanpa beban, tanpa batas, dan penuh antusias. persis seperti masa kanak-kanakku dulu. betapa menyenangkan menjadi anak-anak, dimana beban pikiran terberat adalah bagaimana menghapalkan perkalian satu sampai sepuluh tanpa "dirotan" oleh Bu Guru.
betapa menyenangkan lebaran kali ini, dimana aku berkesempatan untuk mengeksplor kembali masa kanak-kanakku lewat mata lugu adik-adikku itu <3
Labels:
#whatIfeel
Thursday, March 31, 2016
She Was Pretty [Quotes]

Siwon... <3


He's not talking about the sky...it's about her.

So sad..
when she finally said it after struggling with herself
Padahal Hye Jin gitu aja udah cantik
hmmm
Siwon.:(
Gwenchanna ;)
this last pict is so damn true
hahah
Labels:
#whatIfeel,
love,
movie,
quotes
Monday, February 16, 2015
Tulus-1000 Tahun Lamanya
Dududu pasti readers *alahsokbanget* udah akrab dong sama judul posting ini? yapp, 1000 Tahun Lamanya adalah salah satu lagu recycle dari Tulus yg udah dengan sangat tulus bikin hati aku klepek klepek uhuk dungdungcess! Fyi, lagu ini adalah lagu daur ulang dari Jikustik yang dinyanyiin lagi sama Tulus. Ditangan Tulus, lagu yang tadinya ala-ala-mellow-tapi-band *apasihini* bertransformasi jadi lagu jazz yang lembut dan cozy banget buat didenger. penasaran kan? penasaran dong plish:(
let's check these videos out!
let's check these videos out!
nih versi aslinya
which one do you choose? :)
Labels:
#whatIfeel,
info,
love,
songs
Wednesday, January 7, 2015
A Teen Greyson Chance
haaaloooooo blogga! pffttt akhirnya ngerjain pr fisika mencapai titik jenuh.....walopun belom kelar tapi tetep aja nekat yutub-ing, hitung hitung refresh otak lah hihihi :p jadi ceritanya beberapa hari yang lalu search yutub lagu barunya Greyson Chance kali aja ada yang baru hehehe. dan ternyata...... guess what I found? see this video below:
fyi, disitu Grey lagi nyanyi di acara Sundance Music Festival. and he's really transformed into a stunning teenager! suaranya yang dulu imut-imut tapi berat itu sekarang udah menghilang :''( but still, I love his voice! Puberty ternyata gak ngerubah suara Grey jadi pecah gak beraturan *gimana tuh?* tapi malah bikin suaranya makin cool dan terkesan dewasa! It's amazing how he keeps his voice stay cool! dan perform nya makin okeee huaaa tapi tetep aja sekarang image Grey sebagai ABG imut sekarang hilang:( tapi berganti dengan image teenager yang cool dan semakin dewasa. Oh, Grey.......
okeee buat kalian yang penasaran gimana sih si imut Grey 2 tahun yang lalu? Let's check this out!
penampilan sih boleh imut, tapi masalah suara, jangan main-main! :p
Labels:
#whatIfeel,
idol,
inspiration,
songs
Wednesday, December 31, 2014
Here's To Your Special Day
halo bloggers, I'm finally back:D
hari ini salah satu orang paling sepesial dalam hidupkuuh berulang tahun. siapa dia? tebak-tebakan yaa. orangnya ganteng, imut, lucu, menggemaskan, penyabar, sayang keluarga, dan pastinya he's my first love elee haha after momma, he's my hero :3
mau liat orangnya?
muhehehe fyi babe ultah cuma selang 6 hari dari ultah mama, duh jodoh banget nggak sih :3 :$
hari ini salah satu orang paling sepesial dalam hidupkuuh berulang tahun. siapa dia? tebak-tebakan yaa. orangnya ganteng, imut, lucu, menggemaskan, penyabar, sayang keluarga, dan pastinya he's my first love elee haha after momma, he's my hero :3
mau liat orangnya?
![]() |
| imut binggo kan my hero?:D |
![]() |
| daddy's angels |
![]() |
| serius amat |
muhehehe fyi babe ultah cuma selang 6 hari dari ultah mama, duh jodoh banget nggak sih :3 :$
selamat hari lahir ayah, semoga apa yang ayah harapkan tercapai, rezekinya lancar, usianya barokah, dilancarkan segala urusan, bisa jadi ayah dari 2 anak yang sukses dan semoga selalu berada dalam lindungan Allah. aamiin... I love you dad :* ({}) <3
Labels:
#whatIfeel,
love,
moments,
pict
Friday, September 26, 2014
Dreamy dreamy dreamy me
What a room! I always dreamed to have such a room which is full of gadgets, video games, home theater, books, but Hazel Grace's is really amazed me! I already loved the corner since the 1st time I saw her reading her book there. The window, ball lights, bookshelves, the bed, the door, ah..
I had loved reading since I can write alphabets. And having a room with a reading corner in it, is a must-be-true-dream for me :p
I had loved reading since I can write alphabets. And having a room with a reading corner in it, is a must-be-true-dream for me :p
Labels:
#whatIfeel,
inspiration,
love,
movie,
random,
unique
Friday, January 24, 2014
Westlife-Have You Ever
[Chorus:]
Have you ever loved somebody so much
It makes you cry?
Have you ever needed something so bad
You can't sleep at night?
Have you ever tried to find the words
But they don't come out right?
Have you ever?
Have you ever?
Have you ever been in love
Been in love so bad
You'd do anything
To make them understand?
Have you ever had someone
Steal your heart away?
You'd give anything
To make them feel the same?
Have you ever searched for words
To get you in their heart
But you don't know what to say
And you don't know where to start?
[Repeat chorus]
Have you ever found the one
You've dreamed of all your life?
You'd do just about anything
To look into their eyes?
Have you fin'ly found the one
You've given your heart to
Only to find that one
Won't give their heart to you?
Have you ever closed your eyes and
Dreamed that they were there
And all you can do is wait
For that day when they will care?
[Repeat chorus]
[Bridge:]
What do I gotta do to get you in my arms, baby?
What do I gotta say to get to your heart
To make you understand
How I need you next to me?
Gotta get you in my world
'Cause, baby, I can't sleep
[Repeat chorus twice]
Have you ever?
Have you ever loved somebody so much
It makes you cry?
Have you ever needed something so bad
You can't sleep at night?
Have you ever tried to find the words
But they don't come out right?
Have you ever?
Have you ever?
Have you ever been in love
Been in love so bad
You'd do anything
To make them understand?
Have you ever had someone
Steal your heart away?
You'd give anything
To make them feel the same?
Have you ever searched for words
To get you in their heart
But you don't know what to say
And you don't know where to start?
[Repeat chorus]
Have you ever found the one
You've dreamed of all your life?
You'd do just about anything
To look into their eyes?
Have you fin'ly found the one
You've given your heart to
Only to find that one
Won't give their heart to you?
Have you ever closed your eyes and
Dreamed that they were there
And all you can do is wait
For that day when they will care?
[Repeat chorus]
[Bridge:]
What do I gotta do to get you in my arms, baby?
What do I gotta say to get to your heart
To make you understand
How I need you next to me?
Gotta get you in my world
'Cause, baby, I can't sleep
[Repeat chorus twice]
Have you ever?
Labels:
#whatIfeel,
songs
Sunday, December 29, 2013
My Moodbooster
It has been more than 2 years sticked in my bedroom wall. It's full of quotes, plans, homeworks, and the most important: resolution.
Thanks for being my moodbooster this whole year. Keep walking with me ya \m/
Labels:
#whatIfeel,
inspiration,
pict,
school
Monday, December 2, 2013
guess what? I've just finished my math exercise. what a surprise haha -_- and now, my head is full of sooo many math formulas. need to refresh my brain from these stuff -.- i wanna sleep but.....I haven't done my biology exercise:'') and you know whaaaaat? the test is gonna be started on.....next 2days!!! yeaaaa it means that we have so many extra time to study. wish me luck guys. and I hope I will not procrastinate to study and finish my other assignments soon.
okay, let's be friend with biology. see ya!
Labels:
#whatIfeel,
random,
school
Saturday, November 30, 2013
hello nocturnal creatures hahaha! I'm still walking around the cyberzone now :| hoaaa I feel so sleepy I need rest I need sleep I NEED MY PILLOW PLEASE GIVE IT BACK TO ME!!!! *frustrated
I'm still doing my Bahasa Indonesia task 'cause the deadline is tomorrow guys plizzzz helep meee:') I'm such a bad procrastinator yeaa but now I'm trying to fight with my eyes and not to hit my laptop because it's my only one:') *eleee
okay, let's finish it. tomorrow is 4hours left hoahahaha.
Labels:
#whatIfeel,
random,
school
Monday, November 25, 2013
diburu-buru sama tugas. fix gak ada yang lebih serem dari ini....T-T
Labels:
#whatIfeel,
random,
school
Friday, November 22, 2013
A Piece Of 22nd
It's a little rain outside. I really love this moment. old song. old pictures. a silent night. a better me. an older me. I should've thanked to Allah for all of His blessings. Alhamdulillah:)
Labels:
#whatIfeel,
love,
moments
Thursday, November 21, 2013
Labels:
#whatIfeel,
pict
Subscribe to:
Posts (Atom)









