CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, December 30, 2021

Katakanlah aku egois

Karena aku mendahulukan mimpiku yang sudah kubangun rapi. Karena malam-malam sulit tidur yang dipenuhi kertas putih. Karena tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri. Karena selalu tampak kusam, dahi berkerut, jerawat yang bersemi, bibir kering dan pucat, tak sempat dandan. Karena tak semodis mereka yang memenuhi timeline instagrammu. Karena selalu tenggelam dibalik layar laptop, lembaran buku, dan memegang pena dengan tangan lusuh. Mungkin aku terkesan marah melulu, tapi percayalah aku juga ingin mengerti kamu. Berada di tim yang sama denganmu. Menata perasaan untuk seperti dulu, hampir mustahil bagiku. Tapi kulapangkan hati untuk menulis ini, pertanda kalau aku mulai mau untuk berdamai dengan masa lalu. Jadi tolong bantu aku, kalau melangkah bersamaku kau juga mau. 😊 Palembang, 30 Desember 2021.

Wednesday, March 10, 2021

Interna oh Interna

Hai. Ini aku. Beberapa bulan belakangan terasa begitu santai bagiku, tapi tidak bagi teman-temanku. Ya, pembelajaran online membuat semangat belajarku ikutan ber-“jarak” denganku. Tapi itu tak berlangsung lama. Hanya dengan hitungan hari aku akan melangkah mengitari RS lagi. Mengais-ngais ilmu ditengah pandemi yang entah kapan akan berakhir ini. Menjadi manusia ambisius dengan keinginan tidur yang tidak kalah ambisnya. Menjalani hari-hari dimana tidur lebih utama daripada mengisi lambung. Mengabaikan peringatan kekurangan glukosa karena melatonin bekerja dua kali lebih keras dari biasanya. Kalau saja aku tunduk dengan isi hatiku, sungguh, melangkah saja aku takkan sanggup. Aku yang timpang sebelah setelah diterpa badai kehilangan di tahun lalu, berusaha untuk menyeretkan kaki. Menapaki perjalanan koasku yang setapak demi setapak dan ditampar kenyataan bahwa, aku ini, banyak kurangnya. Kalau saja ia masih ada, sungguh langkah ini takkan terasa beratnya. Ah, mengoceh saja tidak akan menambah isi otakku. Mereka saja kuat, masa aku rapuh. Sudah ya, aku harus membaca buku. Atau mungkin menonton anime terlebih dahulu. :”D

Wednesday, February 24, 2021

2/15

Today I finished my 1st station of clerkship, Anesthesia. You know it means a lot for me. Remember when you drive me to RSMH because I have a night shift that day? The first few days of pandemics? You looked so happy back at the time. I wondered why? Ooho, it’s just daddy being daddy for the 10000000000000xxx times, I thought. Or maybe you were just enjoying your last days. You sent me a Whatsapp message asking me what Im doing at that time. I miss seeing your text, Dad. I miss your calls, too. I tried my best being there for everyone,so that they dont feel so alone. But I failed myself because it’s never been better than you were still here. After a long-busy day, I felt so alone. I have to do everything on my own now. I have to know the basics of automotive. I have to know when I should go to the car wash. (You know the carwash that we found? It will be moved to a new place bcs the lease is up) I have to do this and that, anything that you used to do. Please come to my dream Let’s go around the city, ice cream date, mie ayam date, or bookstore date. You can even talk about your new place. Or you dont have to talk. Just follow me driving thru the city. Or we can hold hands walking down the road. 01.50 AM Palembang Your eternal daughter.

Tuesday, February 16, 2021

dipikir-pikir, aku lebih nyaman menulis dalam bahasa Indonesia. tapi kurangku adalah tak pandai merangkai kata, jadilah tulisan ku campur aduk layaknya gado-gado. dulu aku banyak membaca, maka terlalu banyak kosakata yang kusimpan dalam kepala. tapi kalau urusan menuangkannya, masih harus banyak belajar kurasa. tulisan ini bukan apa-apa, hanya sekedar melatih apakah bakatku masih ada XD (kalau saja bisa kusebut bakat)

:-)

Halo, lamanku yang damai. aku kembali lagi dengan ribuan kata di otakku yang harus aku tuangkan agar tidak ruah kemana-mana. Hari ini aku kembali membuka lembaran chat WhatsApp di grup keluarga. Walau semua telah berbeda, tapi pikirku melayang ke masa-masa dimana aku masih bisa melihat Ayah setia bersama hpnya. Ayah membuat rumah ini tak pernah sepi. selalu ada suara-suara, entah suara mesin, lagu-lagu pop jadul, suara orang mengaji, semua bersumber dari youtube yang diputar di hp kesayangannya :) atau lelucon-leluconnya yang sangat kebapakan, bagi sebagian orang akan terdengar garing tapi selalu bisa buatku tertawa. Tak ada yang lebih kurindu dibanding mendengar suaranya, melihat sosoknya, bercengkrama, dan sekedar jalan-jalan mengitari kota, kadang berempat, kadang berdua. Ia yang selalu berat melepasku bahkan hanya untuk pergi hangout bersama teman. Aku tak tahu bahwa ia memandang waktu bersama kami begitu berharga, seolah sadar waktu takkan lama berada disisinya. kukira ia hanya berlebihan, tapi sekarang aku baru menyadarinya. ah, kalau saja aku tahu, aku lebih memilih duduk dirumah bersama Ayah. Atau mungkin jalan-jalan keliling kota dan kugandeng tangan Ayah. betapa Ayah tidak pernah menyia-nyiakan waktu, yang harusnya kupahami sedari dulu. ah Ayah, andai kau masih ada. :) salam rindu, Aku yang masih linglung soal waktu

Monday, February 1, 2021

 Stuck in a certain part of the world, where the time stopped before 4th of June 2020. Life was so full of happiness, not lies and betrayals and sorrow

Thursday, January 28, 2021

meh

 Oh, hi. we meet again.

Remember I told you guys about re-arranging my page?

Well, I bumped on to some thoughts and jump to a conclusion that this writing style is my comfort place.

writing down what I feel when I'm at my worst or happiest is my kind of self healing.

an introvert at its finest

So, maybe, for a long period--or not--I can't decide, I may not change anything at this blog. 

These days I hardly keep up my sanity. Being stuck at home with lots of assignments, classes, and final task is surely getting on my nerves.

I sleep less lately and it just worsen my days :-)

sorry for blabbering but, still, thanks for staying on my comfort place.

And for myself, hang in there, I know you can do this.

gotta punch out my final task if it was an object-__- hahaa 


hwaiting!!! 


Oppa-oppa please wait for me, we'll meet again once I finished this :')

Wednesday, January 20, 2021

I am not who I am

 Dear world

My hidden world

My rendesvouz

I’ve tried so hard to show my strength, but here I am falling at my weakest

I dont want the world to see my weakest point

I dont want the world know that I have lots of regret

I dont even want to turn myself into someone I’m not

I dont want to have revenge

I dont want to be this skeptical

Now I lost trust to people

I lost interest in some fun things

I want people to feel what I feel



For me, this is more than just a phase

Thursday, January 14, 2021

Dont mind me

 Seberat apapun Ema harus percaya... kalau memang ada indah dibalik ini semua

Tapi yang paling berat adalah berdamai dengan kenyataan

Kenyataan kalau serindu apapun ema, Ayah tetap ga akan kembali lagi

Kenyataan kalau sekuat apapun tangis ema, Ayah tetap ga akan bangun lagi

“Mereka” ga akan tahu beratnya melalui hari-hari itu... ga akan tahu betapa sulitnya menulis satu baris kalimat di lembar ilmiah ketika baru beberapa hari peristiwa sulit itu berlalu

Hampir bisa dikatakan depresi... tiap hari menangis dan tertawa.. lalu menangis lagi ketika semua orang sudah terlelap. Membuka mata dipagi hari pun sangat berat, tidur sudah seperti pelarian, dimana Ayah bisa kutemui dalam mimpi. Yah, saat dimana mimpi lebih indah dari kenyataan itu nyata adanya

Bagi Ema yang terberat bukan dihari Ayah pergi meninggalkan dunia, tapi hari-hari setelahnya.

“Mengapa hari berlalu cepat, tapi bagiku terasa lambat?”